Penyakit TBC

TBC (Tuberculosis)

Tahukah Anda tentang penyakit di sekeliling kita? Pernahkah Anda mendengar kata TBC?

Pengertian

  • Penyakit TB Paru adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa.
  • Tuberculosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC terutama menyerang paru-paru sebagai tempat infeksi primer. Selain itu, TBC dapat juga menyerang kulit, kelenjar limfe, tulang, dan selaput otak. TBC menular melalui droplet infeksius yang terinhalasi oleh orang sehat. Pada sedikit kasus, TBC juga ditularkan melalui susu. Pada keadaan yang terakhir ini, bakteri yang berperan adalah Mycobacterium bovis.
  • Tuberculosis bukanlah penyakit keturunan atau kutukan dan dapat disembuhkan dengan pengobatan teratur, dengan Pengawas Minum Obat (PMO).
  • Tuberkulosis  adalah penyakit menular  langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. (Depkes RI, 2007).

Gejala TBC

Gejala

Gejala umum penyakit TBC

  1. Demam yang disertai dengan keringat dan biasanya tejadi pada malam hari.
  2. Keinginan makan dan berat badan turun.
  3. Batuk-batuk (terkadang disertai darah) yang berlangsung selama lebih dari 3 minggu.
  4. Kondisi fisik semakin lemah disertai perasaan yang tidak enak.

Gejala khusus penyakit TBC

  1. Sesak nafas jika yang terjadi infeksi pada bagian bronkus. Hal ini terjadi akibat tekanan dari kelenjar getah bening.
  2. Sakit dada jika ada cairan di rongga pleura.
  3. Infeksi tulang hingga menyebabkan keluarnya nanah.
  4. Penurunan kesadaran hingga kejang-kejang.

Penyebab

Related image

Penyakit ini diakibatkan infeksi kuman mikobakterium tuberkulosis yang dapat menyerang paru, ataupun organ-organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, usus, ginjal, kandungan, tulang, sampai otak. TBC dapat mengakibatkan kematian dan merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan kematian tertinggi di negeri ini.

Kali ini yang dibahas adalah TBC paru. TBC sangat mudah menular, yaitu lewat cairan di saluran napas yang keluar ke udara lewat batuk/bersin & dihirup oleh orang-orang di sekitarnya. Tidak semua orang yang menghirup udara yang mengandung kuman TBC akan sakit.

Pada orang-orang yang memiliki tubuh yang sehat karena daya tahan tubuh yang tinggi dan gizi yang baik, penyakit ini tidak akan muncul dan kuman TBC akan “tertidur”. Namun,pada mereka yang mengalami kekurangan gizi, daya tahan tubuh menurun/ buruk, atau terus-menerus menghirup udara yang mengandung kuman TBC akibat lingkungan yang buruk, akan lebih mudah terinfeksi TBC (menjadi ‘TBC aktif’) atau dapat juga mengakibatkan kuman TBC yang “tertidur” di dalam tubuh dapat aktif kembali (reaktivasi).

Infeksi TBC yang paling sering, yaitu pada paru, sering kali muncul tanpa gejala apa pun yang khas, misalnya hanya batuk-batuk ringan sehingga sering diabaikan dan tidak diobati. Padahal, penderita TBC paru dapat dengan mudah menularkan kuman TBC ke orang lain dan kuman TBC terus merusak jaringan paru sampai menimbulkan gejala-gejala yang khas saat penyakitnya telah cukup parah.

Siapa saja yang berisiko terkena TBC (tuberculosis)?

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko Anda terkena TBC. Faktor paling besar adalah apabila sistem kekebalan tubuh melemah, di antaranya akibat:

  • HIV/AIDS
  • Diabetes
  • Penyakit ginjal stadium akhir
  • Kanker
  • Malnutrisi
  • Pengobatan kanker, seperti kemoterapi
  • Konsumsi obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis, penyakit Crohn, dan psoriasis.

Jika seseorang tidak memiliki faktor risiko seperti di atas, bukan berarti ia tidak akan terkena TBC. Tanda-tanda di atas hanyalah referensi semata. Konsultasikan pada dokter spesialis untuk keterangan lebih lengkap.

Pengobatan

TBC dapat diobati dengan cukup mudah. Biasanya, pasien diharuskan mengonsumsi obat-obatan selama enam bulan atau lebih.

Pengobatan TBC yang tepat akan melibatkan 3-4 antibiotik harian. Pasien akan merasa lebih baik setelah beberapa minggu. Namun, ini bukan berarti bakteri MTB sudah hilang dari tubuh. Karenanya, penting bagi pasien untuk menyelesaikan tahapan pengobatan sekalipun gejala-gejala TBC sudah hilang.

Jika pengobatan tidak diselesaikan dengan tuntas atau berhenti di tengah-tengah, bakteri MTB dapat tersisa di tubuh pasien. Penyakit TBC dapat kembali, menyebar ke bagian tubuh lain dan menular. Pemakaian antibiotik yang tidak tuntas dapat membuat bakteri MTB kebal terhadap antibiotik yang tersedia. Hal ini akan mempersulit pengobatan tuberkulosis karena antibiotik yang tersedia untuk mengobati TB terbatas macamnya.

Jalani pengobatan sesuai anjuran dokter untuk menghindari bakteri MTB menjadi kebal. Penghentian konsumsi obat hanya berdasarkan anjuran dokter.

Obat-obat antibiotik yang diberikan oleh dokter dapat memberikan efek samping seperti kencing berwarna merah (bukan darah), telinga berdenging, kesemutan pada kulit, mual muntah, dan kulit kuning. Kencing berwarna merah bukanlah sesuatu yang berbahaya. Namun bila efek samping lainnya muncul, segera temui dokter Anda untuk menanganinya.

Orang-orang yang memiliki kontak dengan pasien TB juga berisiko untuk terinfeksi TB. Maka dari itu, keluarga pasien ataupun orang yang melakukan kontak dengannya harus segera diperiksa.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk TBC (tuberkulosis)?

Jika Anda mengalami batuk terus-menerus, demam atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, maka bisa jadi disebabkan oleh TBC. Untuk mendeteksi sumber infeksi TBC, dokter akan menanyakan tempat Anda tinggal dan bekerja, serta dengan siapa saja Anda melakukan kontak. Dokter juga dapat memeriksa sejarah dari hasil tes kulit TBC, faktor risiko (terutama HIV), kunjungan ke luar negeri, dan kerja lapangan.

Reaksi tes kulit dengan elemen TB (PPD) dapat dilakukan. Dalam tes ini, sejumlah kecil protein yang mengandung bakteri TBC akan disuntikkan ke kulit di bawah lengan; bagian yang bengkak akan diperiksa setelah 48-72 jam kemudian. Ukuran dari bagian yang bengkak tersebut akan menentukan hasil tes. Apabila hasilnya positif, biasanya berarti bahwa orang tersebut telah terinfeksi TBC.

Dokter dapat pula mengambil sinar X dan sampel dahak, darah, atau urin untuk memeriksa keberadaan bakteri MTB. Tes HIV juga bisa dilakukan.

Gaya hidup dan pengobatan berikut dapat membantu Anda mengatasi penyakit TBC:

  • Minumlah obat sesuai anjuran dokter
  • Konsumsi obat sesuai jadwal
  • Tanyakan pada dokter tentang efek samping pengobatan dan apa yang harus dilakukan bila muncul
  • Lakukan pemeriksaan ulang secara tepat waktu
  • Waspada penularan penyakit kepada orang lain. Tutuplah mulut Anda ketika batuk dengan menggunakan masker, sapu tangan, atau lipatan siku Anda. Menggunakan telapak tangan Anda memudahkan penularan bakteri MTB saat bersalaman dan saat memegang benda lain
  • Ikuti instruksi dokter mengenai kebersihan diri dan lingkungan
  • Segera hubungi dokter apabila tubuh Anda mengalami panas atau dingin, apabila Anda khawatir tentang efek samping obat suatu obat, apabila Anda menunjukkan gejala yang terus-menerus atau bahkan memburuk, apabila Anda mengalami batuk dengan dahak berubah warna atau berdarah.

Pencegahan

1.) Menghindar dari pasien TBC
Untuk mencegah penyakit TBC, Anda harus berusahan menghindari penyebarannya. Salah satunya adalah dengan tidak berdekatan dan berkomunikasi dengan pengidap tuberkulosis. Terlebih jika Anda adalah orang yang sudah positif TB laten.

Jika Anda terpaksa berhubungan dengan orang-orang yang mengidap penyakit TBC, misalnya Anda adalah seorang perawat atau bekerja pada bagian fasilitas perawatan dimana pasien TB sedang dirawat, Anda bisa melakukan langkah-langkah perlindungan. Diantara yang paling utama adalah dengan menggunakan masker wajah agar bakteri TB tidak terhirup.

2.) Mengetahui jika Anda berisiko
Sebagian orang tidak memikirkan mengenai penyakit yang satu ini. Padahal harusnya Kita tahu bahwa penyebaran dari TBC dapat terjadi dengan cepat dan dapat mengintai siapa saja. Untuk lebih mengenal mengenai penyakit ini, Anda dapat mengetahui kelompok-kelompok orang yang berisiko terkena penyakit tuberkulosis.

  1. Orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Kelompok jenis ini biasanya didominasi oleh para penderita HIV (AIDS).
  2. Orang yang hidup bersama penderita penyakit TBC, baik itu keluarga, kerabat dekat, dokter maupun perawat.
  3. Orang-orang yang tinggal di tempat atau ruangan yang terbatas, seperti tempat penampungan tunawisma, panti jompo dan penjara.
  4. Para pengguna narkoba dan alkohol secara ilegal atau tidak dalam perawatan ahli kesehatan yang layak.
  5. Para pelancong, turis ataupun orang yang menetap pada wilayah dengan penyakit TB aktif yang umum, seperti di Amerika Latin, Afrika dan sebagian Asia.

3.) Memulai gaya hidup sehat
Pola hidup yang buruk dalam masalah kesehatan biasanya memiliki risiko terkena virus TB lebih besar dibandingkan orang-orang yang menjaga gaya hidupnya tetap teratur. Bahkan, resistennya lebih rendah dibandingkan orang-orang yang sehat. Oleh sebab itu, cara mencegah penyakit TBC yang paling efektif adalah dengan melakukan pola hidup sehat. Diantaranya adalah dengan mengkonsumsi makanan bergizi, seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan daging tanpa lemak. Selain itu, Anda juga harus menghindari makanan kurang sehat, termasuk lemak dan gula berlebih.

Anda juga jangan melupakan hidup sehat dengan rajin berolahraga. Sisakan waktu setidaknya 3 hingga 4 kali setiap minggunya. Gabungkan juga latihan kardiovaskular dengan cara olahraga berenang, lari atau mendayung.

Memulai menghindari merok0k dan minuman beralkoh0l juga dapat mencegah penularan penyakit TBC. Selain itu, tidur cukup, yaitu 7 hingga 8 jam setiap harinya juga tidak boleh Anda lewatkan. Jangan lupakan juga dengan rajin membersihkan lingkungan, baik di dalam maupun luar rumah.

4.) Dapatkan vaksinasi BCG
BCG (Bacille Calmette-Guerin) adalah vaksin yang digunakan sebagai cara mencegah penyakit TBC secara efektif. Biasanya vaksin ini diutamakan untuk anak-anak kecil. Namun begitu, vaksin ini tidak direkomendasikan oleh CDC untuk dijadikan imunisasi rutin. Hanya dalam beberapa keadaan masyarakat Amerika dan negara-negara lainnya ditekankan untuk menggunakan vaksin ini.

5.) Melakukan tes
Cara mencegah penyakit TBC selanjutnya yang bisa dilakukan adalah melakukan tes. Dengan cara ini, Anda bisa melakukan penanganan secepatnya, terlebih jika Anda sudah positif TB laten. Metode tes yang dilakukan sendiri ada beberapa, namun yang paling umum ada 2 jenis. Diantaranya adalah tes kulit atau The Tuberculin Skin Test dan tes darah.

Ketika kedua tes tersebut mendapatkan hasil positif, Anda memerlukan tes tambahan. Nantinya ahli medis akan menentukan, apakah Anda terkena TB laten (TBC yang tidak menular) ataukah TB aktif yang diharuskan melakukan pengobatan lanjutan.

6.) Mengetahui gejala-gejala TBC
Dengan mengetahui gejala TBC, Anda bisa menghindari diri dari orang-orang yang kemungkinan terjangkit. Lebih-lebih jika gejala tersebut yang mengenai Anda, sehingga penanganan cepat dapat dilakukan. Diantara gejala tersebut adalah cepat lelah, penurunan berat badan, batuk, demam, berkeringat ketika malam, kehilangan nafsu makan dan mengigil.

Demikian yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat!

Referensi

http://wizadzzz.blogspot.co.id/2010/10/penyakit-tbc.html

http://hariansehat.com/cara-mencegah-penyakit-tbc/

http://gejalapenyakitmu.blogspot.com/2013/05/gejala-tbc-penyebab-dan-cara-pengobatan.html

http://hariansehat.com/gejala-penyakit-tbc/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s